Selasa, 02 Juni 2015

TEKNIK WAWANCARA DAN LAMARAN KERJA





Wawancara kerja adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah poses perekrutan kerja. Pada tahapan ini, kepribadian akan dinilai maka untuk itu ada baiknya jika melakukan beberapa persiapan sebelum menghadiri sebuah tes wawancara. Cara melamar kerja dan persiapan tes wawancara pekerjaan berikut perlu dipersiapkan dengan baik. untuk memperbesar peluang untuk mendapat pekerjaan. Berikut beberapa cara teknik melamar kerja dan interview kerja yang baik, yaitu:

Tujuan Wawancara kerja
Secara singkat, wawancara adalah salah satu metode penggalian data atau informasi yang sangat penting dan relatif paling sering digunakan untuk mengukur kemampuan individu. Wawancara umumnya dilakukan secara tatap muka antara satu orang kandidat dengan satu orang pewawancara. Namun ada juga wawancara yang dilakukan dengan menghadirkan beberapa orang pewawancara secara bersamaan ataupun terpisah satu per satu (biasa disebut wawancara panel). Lamanya wawancara bervariasi, biasanya sekitar 30 menit hingga 2 jam, namun ada juga yang sangat singkat hanya dalam hitungan waktu 5 – 15 menit. Semuanya tergantung tujuan dan teknik wawancara yang digunakan.
Di dalam proses seleksi, tujuan wawancara secara umum adalah memperoleh sejumlah informasi penting yang dibutuhkan untuk mengukur aspek perilaku tertentu. Informasi tersebut umumnya sulit diperoleh hanya melalui tes tertulis saja. Hingga saat ini, wawancara merupakan salah satu alat terpenting yang digunakan dalam asesmen calon karyawan. Selain menggali informasi, wawancara juga digunakan untuk mengklarifikasi ataupun mengkonfirmasi data yang sudah diperoleh, misalnya hal-hal yang tercantum dalam riwayat hidup.
Wawancara kerja (job interview) saat ini merupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.
Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka “performance” (baca: proses & hasil) wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.
Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia diberi kesempatan untuk membuktikannya.
Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk menemukan kecocokan antara karakteristik pelamar dengan dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari wawancara kerja adalah:
  • Untuk mengetahui kepribadian pelamar
  • Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja

A.      Cara Melamar Kerja dan Persiapan Tes Wawancara Pekerjaan
1. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam melamar kerja adalah mencari sumber informasi lowongan seperti media cetak (koran, majalah, dsb) internet, career center, network, dan agency (outsourching).
2.  Langkah kedua, memilih lowongan kerja. Dalam memilih lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan pendidikan yang dijalani. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam memilih lowongan kerja, seperti:
a.         Mencari infirmasi mengenai posisi yang akan dipilih.
b.        Mencari informasi mengenai perusahaan pemberi kerja.
c.         Sebaiknya tidak memaksakan diri untuk suatu jabatan.
d.        Kesesuaian antara keadaaan diri dengan persyaratan jabatan.
3.  Langkah ketiga, membuat surat lamaran. Dalam membuat lamaran kerja perlu diperhatikan dalam pembuatan surat lamaran, seperti:
a.         Kertas berwarna netral dengan ukuran A4 ataupun kertas Folio Bergaris.
b.        Jenis dan ukuran huruf standar.
c.         Surat lamaran dan daftar riwayat hidup diketik rapi, ringkas dan jelas  dengan mencantumkan posisi yang dituju, tanggal, tanda tangan, alamat, tempat tinggal, nomor telepon yang dapat dihubungi dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
4.         Langkah keempat, pengiriman dokumen lamaran. Ada 3 cara dalam pengiriman dokumen tersebut, seperti:
a.         Melalui pos (alamat penerima dan pengirim harus jelas).
b.        Melalui email (rutin membaca email dan pertimbangkan besar file).
c.         Datang langsung ke perusahaan (walk in interview).

B.       Cara Melamar Kerja dan Persiapan Tes Wawancara Pekerjaan Dari Segi Lain
1.         Penampilan
Ketika ingin melakukan wawancara (interview) penampilan sangatlah penting karena penampilan adalah hal yang pertama dilihat oleh interviewer. Pertama memakai pakaian rapih (formal dan nyaman), menggunakan sepatu tertutup, datang dengan bersih, wangi, tidak bau mulut dan merapihkan kuku.
a.         Penampilan untuk Pria
1.        Menggunakan kemeja lengan panjang dengan warna soft dan celana panjang warna gelap.
2.        Mencocokan dasi dengan kemeja yang akan dipakai.
3.        Menggunakan sepatu pantofel dengan kaos kaki warna hitam (gelap).
b.      Penampilan untuk Wanita
1.        Menggunakan kemeja warna soft dan memakai blazer dengan warna hitam
2.        Menghindari menggunakan warna yang mencolok.
3.       Memakai riasan tetapi jangan berlebihan seperti bedak, lipstick, blush-on, eyeliner.
4.        Menata rambut yang rapih.
5.        Menggunakan sepatu pantofel dengan tinggi 5 cm.
2.         Bahasa Tubuh
Saat memasuki ruangan berjalan dengan tubuh tegap, gaya yang anggun dan kedua tangan mengibas dengan bebas. Menyodorkan tangan (sambil tersenyum) terlebih dahulu pada saat menawarkan. Menyapa interviewer dengan Bapak atau Ibu dan jangan duduk sebelum dipersilahkan.
3.    Sikap berdiri dan duduk
1.        Sikap Berdiri, yaitu:
a.         Badan tegap & tidak bungkuk.
b.        Sikap siaga kedua tangan disamping dan pandangan ke depan (kontak mata).
c.         Tidak ada gerakan tangan tambahan (menggaruk).

2.        Sikap Duduk, yaitu:
a.         Badan tetap tegap saat duduk.
b.        Posisi tidak menyender di bangku belakang.
c.         Tangan dibawah jangan diatas meja.

3.         Pandangan mata ke depan (kontak mata).
4.         Berbicara yang rileks dengan intonasi suara yang tepat sesuai situasi.

Kasus 10-1 ANALISIS INVESTASI ASING : MASALAH YANG MEMBINGUNGKAN




1.      Berdasarkan informasi yang disediakan, bersama dengan apa yang telah dipelajari di bab 6, tentukan apakah MBI merupakan kandidat akuisisi yang menarik ?

Menurut saya MBI itu Merupakan kandidat akuisisi yang menarik, karena MBI adalah sebuah perusahaan multinasional berbasis di AS yang beroperasi di sejumlah Negara besar. Apabila diperhatikan kinerja operasi yang disajikan di dalam laporan keuangan konsolidasi pada tahun 2002, 2003, dan 2004, laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan  laba yang dihasilkan oleh perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan cukup efektif dalam menghasilkan laba, walaupun harga rata-rata nilai tukar untuk tahun 2004 menurun.  Laba yang dihasilkan ini berhubungan dengan perkembangan atau inovasi produk yang diproduksi, sehingga konsumen tetap membeli produk pada perusahaan.

Jumat, 29 Mei 2015

BAB 9 Perencanaan dan Kendali Manajemen



1.    Empat dimensi dalam pembuatan model bisnis
Survei terbaru menemukan bahwa akuntan manajemen menghabiskan lebih banyak waktu dalam masalah perencanaan strategis dibandingkan dengan masa sebelumnya. Penentuan model usaha merupakan gambaran besar, dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaan. Hal ini mencakup empat dimensi utama :
1.  Mengidentifikasikan faktor-faktor utama yang relevan terhadap kemajuan perusahaan di masa depan.
2.  Merumuskan teknik yang memadai untuk meramalkan perkembangan masa depan dan menganalisis kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri atau memanfaatkan perkembangan tersebut.
3.  Mengembangkan sumber-sumber data untuk menditkung pilihan-pilihan strategis.
4.  Mentranslasikan pilihan-pilihan tertentu menjadi serangkaian tindakan yang spesifik.

2.    Perbedaan antara konsep biaya standard dan kaizen
Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya kaizen menekankan untuk melakukan apa ynag diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.
Konsep Biaya Standar
Konsep Biaya Kaizen
Pengendalian biaya
Pengurangan biaya
Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada
Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
Tujuan : kesesuaian dengan standar
Tujuan : mencapai target pengurangan biaya
Standar ditentukan tiap tahun
pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
Analisis variabs didasarkan pada aktual vs standar
Analisis  varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi
Melakukan investigasi jika target biaya tida tercapai



3.    Mengukur perkiraan kembalian investasi luar negeri
Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun, tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan. Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal:
·      pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal
·      biaya izin, royalt, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan
·      perbedaan laju inflasi nasional
·      perubahan kurs valuta asing
·      perbedaan pajak
Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika siatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing local, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di perusahaan local. Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak local juga sama-sama diramalkan
4.    Proses perhitungan biaya modal perusahaan multinasional
Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya, dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut.
Tidaklah mudah untuk mengukur biaya modal sebuah perusahaan multinasional. Biaya modal ekuitas dapat dihitung dengan beberapa cara. Satu metode yang populer menggabungkan ekspektasi pengembalian dividen dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan dividen. Dengan mengasumsikan Di = ekspektasi dividen per lembar saham pada akhir periode. Po = harga pasar kini saham pada awal periode dan g = ekspektasi tingkat pertumbuhan dalam dividen, biaya ekuitas, Ke dihitung sebagai berikut Ke = Di/Po + g. Meskipun modal untuk mengukur harga kini saham, di kebanyakan negara di mana saham-saham perusahaan multinasional tercatat, seringkali cukup sukar untuk mengukur Di dan g. Pertama-tama karena Di merupakan ekspektasi. Ekspektasi dividen tergantung pada arus kas operasi perusahaan secara keseluruhan. Pengukur arus kas ini diperumit oleh pertimbangan faktor-faktor lingkungan. Terlebih lagi pengukuran tingkat pertumbuhan dividen suatu fungsi ekspektasi arus kas masa depan diperumit oleh kontrol valuta asing dan restriksi pemerntah lainnya dalam transfer dana lintas batas.

5.    Masalah dan kerumutan dalam merancang sistem pengendalian keuangan dan informasi perusahaan multinasional
Isu yang Berkaitan dengan Sistem Jarak merupakan kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografis, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antar manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat.  
Tiga strategi teknologi informasi global, yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu. Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan system dengan strategi perusahaan :
·      penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi. Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan
·      penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah. Anak perusahaan lokal diberi kendali yang signifikan atas pengembangan strategi teknologi infomasi dan system terkait mereka sendiri.
·      Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi. Disini strategi teknologi informasi global lokal dijalankan oleh perusahaan global dengan aliansi strategi di seluruh dunia. System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal
Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu.
Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.

6.    Varians nilai tukar
1.    Informasi Finansial
Penilaian kinerja finansial diukur berdasarkan pada anggaran yang telah dibuat. Penilaian tersebut dilakukan dengan menganalisis varians (selisih atau perbedaan) antara aktuaql dengan yang dianggarkan. Analisis varians secara garis besar berfokus pada:
a. Varians pendapatan (revenue variance)
b. Varians pengeluaran (expenditure variance)
- Varians belanja rutin (recurrent expenditure variance)
- Varians belanja investasi/modal (capital expenditure variance)
Setelah dilakukan analisis varians, maka dilakukan identifikai sumber penyebab terjadinya varians dengan menelusur varians tersebut hingga level manajemen paling bawah.
2.    Informasi Nonfinansial
Informasi nonfinansial dapat dijadikan sebagai tolok ukur lainnya. Informasi nonfinansial dapat menambah keyakinan terhadap kualitas proses pengendalian manajemen. Teknik pengukuran kinerja yang komprehensif yang banyak dikembangkan oleh berbagai organisasi dewasa ini adalah balance scorecard. Dengan balance scorecard kinerja organisasi diukur tidak hanya berdasarkan aspek financial saja, akan tetapi juga aspek nonfinansial. Pengukuran dengan metode balance scorecard melibatkan empat aspek, yaitu: 1. Perspektif financial (financial perspective), 2. Perspektif kepuasan pelanggan (costumer perspective), 3. Perspektif efisiensi proses internal (internal process efficiency), dan 4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective). 

7.    Kesulitan khusus dalam merancang dan melaksanakan sistem evaluasi kinerja perusahaan multinasional
Isu yang Berkaitan dengan Sistem Jarak merupakan kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografis, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antar manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat. Tiga strategi teknologi informasi global, yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu. Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan system dengan strategi perusahaan :
1.   penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi. Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan
2.   penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah. Anak perusahaan lokal diberi kendali yang signifikan atas pengembangan strategi teknologi infomasi dan system terkait mereka sendiri.
3.   Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi. Disini strategi teknologi informasi global lokal dijalankan oleh perusahaan global dengan aliansi strategi di seluruh dunia. System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal

Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu. Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.