Sabtu, 25 April 2015

BAB V TRANSLASI MATA UANG ASING

Ø  Perbedaan translasi dan konversi antar mata uang asing
Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan infrormasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Sedangkan konversi mata uang asing adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik.

Ø  Istilah-istilah dalam translasi mata uang asing
1.      Sifat, karakteristik sebuah item yang dapat dihitung dan diukur untuk kebutuhan akuntansi. Sebagai contoh, harga perolehan dan harga penggantian merupakan atribut sebuah saham.
2.      Konversi. Translasi satu mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.
3.      Kurs saat ini. Tingkat arus uang yang berpengaruh pada tanggal laporan keuangan.
4.      Potongan. Saat nilai tukar forward berada dibawah nilai tukar spot.
5.      Posisi saham yang terlihat. Kelebihan asset yang dihitung atau digunakan dalam mata uang asing dan ditranslasikan pada kurs saat ini diatas uatang yang dihitung atau digunakan dalam mata uang asing dan ditranslasikan pada kurs saat ini.
6.      Mata uang asing. Sebuah mata uang yang dipilih dibandingkan mata uang Negara lainnya; sebuah mata uang pada laporan keuangan yang digunakan perusahaan.
7.      Laporan keuangan mata uang asing. Laporan keuangan yang menggunakan mata uang asing sebagai sebuah unit perhitungan.
8.      Transaksi mata uang asing. Transaksi (seperti penjualan atau pembelian barang atau layanan atau pembayaran peminjaman atau penerimaan) yang perjanjiannnya dinyatakan dalam sebuah mata uang daripada keseluruahan mata uang fungsional.
9.      Translasi mata uang asing. Proses penjabaran jumlah atau hitungan menggunakan satu mata uang yang dipilih oleh nilai tukar antara dua mata uang.
10.  Operasional asing. Sebuah kegiatan operasional yang laporan keuangannya adalah meggabungkan atau konsolidasi akuntansi dalam dasar ekuitas laporan keungan pada laporan perusahaan, dan mempersiapkan laporan perusahaan dalam satu mata uang.
11.  Kontrak translasi forward. Sebuah perjanjian untuk melakukan translasi mata uang dari Negara yang berbeda dengan tingkat yang spesifik (forward rate) dan waktu yang disepakati.
12.  Mata uang fungsional. Mata uang utama yang digunakan dalam bisnis dan penghasilan serta penyimpanan uang. Biasanya mata uang satu Negara yang dijadikan sebuah acuan dimana diatur dalam buku arsip.
13.  Kurs historis. Nilai tukar mata uang asing yang berlaku saat asset atau kewajiban dengan mata uang asing pertama kali didapatkan.
14.  Mata uang local. Mata uang Negara tertentu yang menjadi acuan; acuan laporan keuangan domestic atau operasional asing.
15.  Item moneter. Kewajiban untuk membayar atau hak untuk mendapatkan sejumlah unit mata uang dimasa yang akan dating.
16.  Mata uang pelaporan. Mata uang yang perusahaan gunakan dalam laporan.
17.  Tanggal penyelesaian. Waktu penerimaan ditagihkan atau pembayaran dilakukan.
18.  Kurs spot. Nilai tukar saat itu terhadap mata uang.
19.  Tanggal transaksi. Tanggal dimana terjadinya transaksi (seperti penjualan atau pembelian produk atau layanan) yang dicatat dalam pembukuan.
20.  Penyesuaian translasi. Penyesuaian translasi mata uang asing merupakan hasil dari proses translasi mata uang asing laporan keuangan dari mata uang fungsional ke mata uang asing.
21.  Unit pengukuran. Mata uang dimana asset, kewajiban, pendapatan, dan beban dihitung.

Ø  Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
1.      Penangguhan. Translasi mata uang asing penangguhan pada keuntungan dan kerugian menutupi pergerakan perubahan nilai tukar, yaitu perubahan nilai tukar adalah fakta historis.
2.      Penangguhan dan amortisasi. Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait.
3.      Penangguhan sebagian. Dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja.
4.      Tidak ada penangguhan. Memandang segala tipe penangguhan adalah palsu dan salah. Criteria penangguhan sering kali dianggap tidak konsisten dan sulit diimplementasikan.


Ø  Metode translasi mata uang asing
1.      Metode nilai tukar tunggal
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat ini, terhadap semua saham dan mata uang asing. Pendapatan dan beban mata uang asing secara umum ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui.
2.      Metode nilai tukar ganda
Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.
a.       Metode current-noncurrent
Pada metode  current moment, asset lancer yang dimiliki anak perusahaan pada saat itu (contoh, asset yang biasanya bisa dikonversikan ke kas dalam satu tahun) dan utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs historis. Item laporan laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan.

b.      Metode moneter-nonmoneter
Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Asset dan kewajiban moneter (contoh, klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang dimasa yang akan datang) ditranslasikan dalam kurs saat ini. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang dan persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep current-nonncurrent.

c.       metode kurs sementara

dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung. Hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjada dasar perhitungan awal. Secara spesifik, asset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing ditranslasikan pada kurs historis.

BAB IV PELAPORAN PENGUNGKAPAN

Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan faktor-faktor lainnya. Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan pengelolaan dan keuangan perusahaan.

Ø  Pengungkapan akuntansi dipengaruhi oleh perbedaan tata kelola keuangan perusahaan disuatu Negara
1.      Pengungkapan sukarela
Manajer berinisiatif untuk mengungkapkan informasi secara sukarela. Manajer memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak luar mengenai performa perusahaan saat ini dan kedepannya. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dan perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investasi, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan terkini menyokong pandangan bahwa perusahaan bisa mencapai keuntungan merupakan tuntutan bagaimana perusahaan bisa menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial kepada investor. Investor diseluruh dunia menuntut informasi yang mendetail dan berkala. Komunikasi manajer dengan investor luar tidak sempurna ketika manajer memiliki informasi kuat tentang perusahaan mereka, insentif manajer tidak sesuai dengan bunga dari semua pemegang saham, dan peraturan akuntansi dan audit tidak sempurna. Dengan demikian, pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat keperluan pengungkapan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi.

2.      Kebutuhan pengaturan pengungkapan
Untuk melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas menentukan pelaporan dan kebutuhan penungkapan pada perusahaan domestic dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Bursa ini memastikan bahwa investor memiliki informasi yang cukup untuk memperbolehkan mereka mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan.
Frost dan long mencatat, proteksi investor mewajibkan bahwa investor menerima informasi secara berkala dan diproteksi dengan pengawasan dan pelaksanaan. Pengungkapan yang menyeluruh dan dapat dipercaya akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kualitas pasar secara keseluruhan.

Ø  Persoalan-persoalan penting yang memengaruhi keputusan manajemen untuk membuat pengungkapan keputusan
1.      Bukti-bukti mengindikasikan bahwa manajer perusahaan sering memiliki insentif yang besar untuk menunda pengungkapan berita buruk “mengatur” laporan keuangan mereka untuk memastikan kesan perusahaan yang lebih positif dari menekankan keadaan dan prospek keuangan perusahaan.
2.      Banyak Negara tidak mengawasi dan melaksanakan kebutuhan akan  “pengungkapan kesesuaian antar-yurisdiksi”

Ø  Tujuan pengungkapan akuntansi dalam pasar ekuitas
1.      Untuk memastikan bahwa pemegang saham menerima informasi lengkap, berkala dan akurat.
2.      Untuk mengevaluasi kinerja dan prospek keuangan
3.      Untuk meningkatkan kepercayaan investor
4.      Untuk memahami bagian-bagian perusahaan

Ø  Praktik pengungkapan keuangan perusahaan dalam berbagai aspek
1.      Pengungkapan informasi progresif
Adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia. Istilah informasi progresif meliputi :
a.       Perkiraan pendapatan, laba (rugi), arus kas, pengeluaran modal dan hal-hal keuangan lainnya.
b.      Tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi  dimasa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode fiscal dari proyek jumlah
c.       Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan




2.      Pengungkapan segmen
Investor dan analisis menuntut informasi hasil perusahaan industry dan segmen geografis usaha dan keuangan signifikan dan berkemabang. Pengungkapan segmen lebih membantu pengguna laporan leuangan untuk memahami bagian0bagian perusahaan menata semuanya. Pemisahan jalur usaha dan area geografis harus membuat penilaian yang lebih terpapar tentang keseluruhan perusahaan.

3.      Pelaporan pertanggungjawaban sosial
Laporan pertanggungjawaban social mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas social dan lingkuungan. Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung pada pemegang saham dalam laporan tahunan kinerja terhadap lingkungan dan social mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka berikan pada pemegang saham.

4.      Pengungkapan khusus bagi pengguna laporan keuangan non domestic
Laporan tahunan bisa meliputi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi pengguna laporan keuangan non domestic. Pengungkapan tersebut meliputi :
a.       “Laporan ulang yang mudah”  tentang informasi keuangan ke dalam mata uang asing
b.      Pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya.
c.       Posisi dan laporan keuangan ulang terbayas diketetapan standar akuntansi yang kedua
d.      Sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua

5.      Pengungkapan pengelolaan perusahaan
Pengelolaan perusahaan berhubungan dengan sarana internal dimana perusahaan dijalankan atau dikendalikan-tanggung jawab, akuntabilitas hubungan diantara pemegang saham, anggota direksi dan manajer yang disusun supaya mencapai sasaran perusahaan. Komponen rancangan kerja adalah infrastruktur pasar, lingkungan bukum, lingkungan peraturan, infrastruktur informasi.

6.      Pengungkapan dan laporan bisnis dan internet
Web bisa digunakan untik penyebaran informasi interaktif yang tidak serupa dengan media cetak. Investor sering menggunakan web untuk berdagang dan mengambil keputusan investasi modal, dan menggunakan web sebagai sebuah sarana informasi penting.



Kamis, 26 Maret 2015

Kasus 2-1 Apakah Klasifikasi Akuntansi Telah Ketinggalan Zaman ?

1.      Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukakan Cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini ? Apakah usaha-usaha untuk mengklasifikasikan skuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Jawaban : tidak setuju, karena akuntansi saat ini sudah cukup berkembang. Dalam proses penyajiannya sudah ada standarnya, seingga akan lebih mudah dalam proses pengambilan keputusan. Klasifikasi akuntansi sebenarnya memiliki manfaat bagi perkembangan akuntansi untuk mengetahui sejauh mana kegiatan akuntansi mampu mengembangkan sistem akuntansi yang sudah ada dilingkungan perusahaan untuk menghasilkan informasi dalam proses pengambilan keputusan.

2.      Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan semakin mirip di kalangan perusahaan “kelas dunia” perusahaan-perusahaan multinasional terbesar di dunia dan khususnya yang mencatatkan sahamnya di bursa efek utama seperti London, New York, dan Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini ?

Jawaban : pelaporan keuangan pada perusahaan “kelas dunia” saat ini sudah menyesuaikan dengan prinsip laporan keuangan perusahaan multinasional lainnya agar dapat digunakan sebagai sarana informasi bagi pengguna di seluruh dunia. Faktor yang dapat menyebabkan hal ini adalah kemajuan teknologi yang sangat cepat saat ini dalam mengakses informasi.

BAB 3 AKUNTANSI KOMPARATIF

·         Istilah standar akuntansi dan penentuan standar
7.000 sampai 8.000 perusahaan Eropa yang terdaftar sekarang harus meyiapkan laporan keuangan konsolidasi mereka yang sesuai IFRS. Akan tetapi sekitar 3 juta perusahaan Eropa yang tidak terdaftar tidak terpengaruh secara langsung oleh persyaratan IFRS. Beberapa istilah dari standar akuntansi, adalah :
-           Pelaporan keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi berlaku umum (GAAP)
-           IFRS (International Financial Reporting Standards)
-           IASB (International Accounting Standards Board)

·         Perbedaan prakter akuntansi dengan standar akuntansi yang ditentukan
      Standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Praktik yang sebenarnya bisa saja menyimpang dari apa yang diharuskan standar, karena pertama, dibanyak Negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif. Perusahaan tidak selalu mengikuti standar yang ada jika tidak dipaksakan. Kedua, perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan. Ketiga, beberapa Negara mengizinkan perusahaan untuk keluar dari jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
      Susunan standar biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok-kelompok sektor umum dan sektor swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok-kelompok lain yang dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan, seperti pengguna dan penyusun laporan keuangan dan pegawai. Sektor umum meliputi perwakilan-perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab atas hukum komersial, dan komisi keamanan. Pasar saham bisa memengaruhi proses tersebut dan bisa berada pada pihak sektor umum atau swasta, bergantung pada negaranya. Peran dan pengaruh kelompok-kelompok ini dalam menyusun standar akuntansi berbeda di setiap Negara. Perbedaan ini membantu menjelaskan kenapa setiap standar berbeda di seluruh Negara.

·         Sistem akuntansi di Negara-negara maju
-           Prancis
            Setiap perusahaan harus membuat panduan akuntansi jika dianggap perlu untuk memahami dan mengatur proses akuntansi. Pada tingkat minimum, panduan tersebut meliputi grafik keuangan dan penjelasan tentang keseluruhan sistem akuntansi, deskripsi semua prosedur pengolahan dan pengaturan data, sebuah pernyataan komprehensif tentang prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari laporan keuangan tahunan, dan prosedur yang digunakan dalam mandat akuntansi persediaan tahunan.
            Perusahaan-perusahaan Prancis yang terdaftar mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar juga memiliki pilihan ini. Namun, semua perusahaan Prancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar hukum untuk membagikan deviden dan menghitung penghasilan wajib pajak

-           Jerman
            Laporan keuanga lebih banyak pengungkapan, penggabungan terbatas, dan laporan manajemen perusahaan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan pajak dan yang dipublikasikan dalam laporan keuangan tidak dibedakan.
            Akuntansi Jerman tergantung pada keputusan Undang-undang dan pengadilan. Ada dua undang-undang, yaitu perusahaan yang mengeluarkan ekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk menggunakan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan mereka, dan penetapan perusahaan sektor swasta untuk menyusun standar akuntansi bagi laporan keuangan gabungan.

-           Republik Ceko
            Akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh Commercial Code, Sccountancy Act, dan dekrit Menteri Keuangan. Pasar modal sejauh ini memiliki sedikit pengaruh, dan walaupun jerman merupakan asal Commercial Code, legislasi pajak tidak berpengaruh langsung.
            Proses audit diatur oleh Act on Auditors, yang dikeluarkan pada tahun 1992. Undang-undang ini membentuk Chamber of Auditors, sebuah badan professional yang mengatur dirinya sendiri yang mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian, dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit, dan regulasi praktik audit, seperti format laporan audit.

-           Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas, tapi standar praktik professional yang sangat tinggi. Belanda merupajan sebuah Negara hukum, namun akuntansinya diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupajan dua aktivitas yang terpisah lebih lanjut lagi, orientasi kewajaran dikembangkan tanpa adanya pengaruh kuat dari bursa saham.

-           Inggris

            Susunan standar Inggris berkembang mulai dari rekomendasi pada prinsip-prinsip akuntansi (dikeluarkan oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales) hingga pada bentuk Accounting Standards Streering Committee pada tahun 1970, yang selanjutnya berganti nama menjadi Accounting Standards Committee (ASC). ASC meresmikan Statement on Standard Accounting Practice (SSAPs). SSAPs dikeluarkan dan dilaksanakan oleh enam dewan akuntansi, yang semuanya bisa memveto standar tersebut. Kekuasan veto dari organisasi-organisasi tersebut sering kali menghasilkan penundaan yang lama dan persetujuan dalam mengembangkan SSAPs. Selain itu, SSAPs lebih bersifat rekomendasi daripada persyarat wajib dan hanya memiliki sedikit otoritas.

BAB 2 PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

·         Faktor yang mempengaruhi perkembangan dunia akuntansi
1.      Sumber pendanaan. Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, seperti Amerika dan Inggris, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa deoan dan risiko terkait. Pengungkapan dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan pemilikan publik yang luas. Sebaliknya, dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus pada perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konserfatif dalam meminimumkan pembayaran dividen dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam.
2.      Sistem hukum. Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi. Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: kodifikasi hukum (sipil) dan hukum umum (kasus). Kodifikasi hukum utamanya diambil dari hukum Romawi da kode Napoleon. Dalam Negara-negara yang menganut sistem kodifikasi hukum Latin-Romawi, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur. Hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap.
3.      Perpajakan. Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak.
4.      Ikatan politik dan ekonomi. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan, dan kekuatan sejenis. Sistem pencatatan berpasangan (double entry) yang berawal dari Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembauran (renaissance) lainnya. Integarasi ekonomi melalui pertumbuhan perdagangan dan arus modal internasional merupakan pendorong kuat akan konvergensi standar akuntansi.
5.      Inflasi. Inflasi mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai asset dan beban-beban terkait, sementara disisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
6.      Tingkat perkembangan ekonomi. Faktor ini memengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Pada gilirannya, jenis transaksi menentukan masalah akuntansi yang dihadapi.
7.      Tingkat pendidikan. Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pendidikan akuntansi yang professional sulit dicapai jika taraf pendidikan disuatu Negara secara umum juga rendah. Pada situasi lainnya, sebuah Negara harus mengimpor tenaga pelatihan atau mengirim warganya ke Negara lain untuk memperoleh kualifikasi yang layak.
8.      Budaya. Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti sistem hukum).

·         Pendekatan perkembangan akuntansi dalam ekonomi yang berorientasi pasar
      Mueller mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di  Negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.      Pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untik meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional.
2.      Pendekatan mikroekonomi, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki. Juga sama pentingnya bahwa perusahaan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha.
3.      Pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dianggap sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan, dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan dunia nyata dan ketidakpastian yang senantiasa terjadi melalui pengalaman, praktik, dan intuisi.
4.      Pendekatan yang seragam, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administratif oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Secara umum, pendekatan seragam digunakan di Negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan ekonomi dimana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak, dan mengendalikan harga.

·         Perbedaan antara penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum dan Negara mana yang dominan penerapannya
1.      Akuntansi dalam Negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk kebutuhan informasi investor luar. Penetuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor swasta dengan pernana penting yang dimainkan oleh profesi akuntansi.
2.      Akuntansi dalam Negara-negara yang menganut kodifikasi hukum memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah (“orang dalam”) mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor public dengan relative sedikit pengaruh dari profesi akuntansi.

      Perbedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti :
1.      Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu asset selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang ditentukan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum)
2.      Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian asset tetap (properti) diperlakukan seperti sewa operasi yang biasa (kepatuhan hukum)
3.      Pensiun dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saan berhentu bekerja (kepatuhan hukum).

Ø  Belanda dan Meksiko merupakan Negara-negara yang menganut kodifikasi hukum dengan akuntansi “penyajian wajar”.

Ø  Beberapa Negara tertentu di Amerika Selatan memiliki akuntansi dengan kesesuaian terhadap hukum. Akan tetapi dengan penyesuaian terhadap inflasi.