Rabu, 27 November 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 (3) : Tugas Personal



11.     Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya sistem Harvard, sistem Harvard modified, sistem Vancouver, sistem abjad, dan sistem urut.
·           Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.
Contoh :
o   Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine, vol. 337, no. 6, pp. 435-439.
o   Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). ‘The social integration of British home owners into French rural communities’, Journal of Rural Studies, 10, 2, 197–210.
o   Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.
o   Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London
·           Sistem Harvard Modified
Sistem Harvad (H) dan Harvard Modified (Hm) mempunyai sedikit perbedaan, apabila dalam metode H dibubuhkan () untuk setiap penulisan tahun, di dalam metode Hm ini tanda () tidak  dipakai melainkan tanda titik yang dibubuhkan setelah penulisan tahun.
Contoh :
·  Kaufman-Bühler, W., A. Peters & K. Peters. 1981. Mathematicians love books. Dalam: Steen, L.A. (ed.). 1981. Mathematics tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.
·   Nybakken, J.W. 1988. Biologi laut: Suatu pendekatan ekologis. Terj. dari Marine  biology: An ecological approach, oleh Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo & S.Sukardjo. PT Gramedia, Jakarta: xv + 459 hlm.

·           Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number style)
Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
o   Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
o   Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
o   Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
·           Sistem Abjad
Nomor urut mengawali tiap daftar pustaka yang disusun berdasarkan abjad Sistem H, Hm, atau V.  Contoh yang diberikan adalah Sistem A dengan penulisan aran Sistem Hm.
Contoh :
·   Soemardi, T.P., Budiarso, D.A. Sumarsono, M. Fauzan, H. Djatmiko & R. Huwae. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite  materials. Makara *2B: 42–50. [Keterangan: (*) 2 = nomor seri; B = seri majalah.]
·   Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value  problems. Dalam: Ortega, J.M. & W.C. Rheinholdt (eds.). 1970. Studies in numerical  analysis 2: Numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical  olution of Nonlinear Problems, Philadelphia, October 21–23, 1968. SIAM, Philadelphia: 99–113.

·           Sistem Nomor Urut
Berbeda dengan sistem A, dalam sistem ini penulisan disusun berdasarkan nomor urut pengacuan buku dalam skripsi, bukan abjad nama penulis. Contoh yang diberikan adalah  Sistem N dengan penulisan daftar pustaka Sistem Hm.
Contoh :
·  Kaufman-Bühler W., Peters A. & Peters K. 1981. Mathematicians love books. Dalam: Steen, L.A. (ed.). 1981. Mathematics tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.
·  Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value  problems. Dalam: Ortega, J.M. & W.C. Rheinholdt (eds.). 1970. Studies in numerical  analysis 2: Numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical  Solution of Nonlinear Problems, Philadelphia, October 21–23, 1968. SIAM, Philadelphia: 99–113.
2.      Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah
Artikel ilmiah adalah naskah asli tentang hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan. Laporannya biasanya ditulis dengan tata cara tertentu dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang terpilih dan yang juga dibaca oleh kalangan tertentu yaitu kelompok masyarakat ilmiah di bidang tertentu. Pada umumnya, jurnal yang menampilkan makalah ilmiah mempunyai aturan umum tentang teknik editorial, etika ilmiah, prosedur percetakan, dan penerbitan.
1. JUDUL
Nama penulis pertama
Nama penulis kedua
Alamat penulis pertama (lengkap dengan email)
Alamat penulis kedua (lengkap dengan email)
Misal : Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
(alamat instansi., bukan rumah) ..
2.  ABSTRAK
(abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maksimum 250 kata)
Satu paragraf, memuat tujuan, metode penelitian yang digunakan, hasil, dan maksimum lima kata kunci.
Kata Kunci: aaaa, bbbb, cccc, dddd, eeee.
3. PENDAHULUAN
Pendahuluan memuat latar belakang penelitian secara ringkas dan padat, dan tujuan. Dukungan teori tidak perlu dimasukkan pada bagian ini, tetapi penelitian sejenis yang sudah dilakukan dapat dinyatakan.
4.  METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan prosedur dan teknik penelitian. Antara satu penelitian dengan penelitian yang lain, prosedur dan tekniknya akan berbeda. Kalau tidak berbeda, berarti penelitian itu hanya mengulang penelitian yang sudah ada sebelumnya. Tapi bukan berarti harus berbeda semuanya. Untuk penelitian sosial misalnya, populasi penelitian mungkin saja sama, tapi teknik samplingnya berbeda, teknik pengumpulan datanya berbeda, analisis datanya berbeda, dan lain-lain.
5. Hasil Penelitian
Bertujuan untuk mengemukakan hasil penelitian. Secara umum bagian ini berisi penemuan-penemuan penelitian, penjelasan serta penafsiran data, dan hubungan data yang peroleh. Menulis "hasil" harus jelas supaya pembaca tidak mengira penulis telah menyembunyikan sesuatu atau mengira bagian tersebut terlewat pada waktu pertama kali membaca.
6. PEMBAHASAN
Bagian ini memuat data (dalam bentuk ringkas), analisis data dan interpretasi terhadap hasil. Pembahasan dilakukan dengan mengkaitkan studi empiris atau teori untuk interpretasi. Jika dilihat dari proporsi tulisan, bagian ini harusnya mengambil proporsi terbanyak, bisa mencapai 50% atau lebih. Bagian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.
7. PENUTUP
Bagian ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dibuat dalam sub bagian yang terpisah. Kesimpulan menjawab tujuan, bukan mengulang teori, berarti menyatakan hasil penelitian secara ringkas (tapi bukan ringkasan pembahasan). Saran merupakan penelitian lanjutan yang dirasa masih diperlukan untuk penyempurnaan hasil penelitian supaya berdaya guna. Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali penelitian, tapi merupakan rangkaian penelitian yang berkelanjutan.
8. DAFTAR PUSTAKA
Bagian ini hanya memuat referensi yang benar-benar dirujuk; dengan demikian, referensi yang dimasukkan pada bagian ini akan ditemukan tertulis pada bagian-bagian sebelumnya.
3.      Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku
·      Buku
Contoh dalam Daftar Acuan:
· Keates, J.A. 1973. Cartographic Design and Production. London: Longmans.
· Vanclay, F., and D. Bronstein. 1985. Environmental and social impact assessment. New York: Wiley & Sons
·  McCafrey, R., Y.Bock, and J.Rais. 1990. Crustal deformation and oblique plate convergence in Sumatera. Eos.Trans. 71: 637
Catatan: Dalam Daftar Acuan tidak diperkenankan memakai et al. artinya “et alii” artinya “dan lainlain”. Semua nama penulis atau kontributor pada penulisan tersebut ditulis dalam Daftar Acuan, sesuai aturan baku. Hanya dalam teks, dapat dipakai et al. jika penulis lebih dari dua orang, di belakang nama penulis pertama yang merupakan entry dalam Daftar Acuan.
Dalam teks mengacu pada contoh sumber informasi di atas ditulis sebagai berikut:
·  (Keates 1973)
·  (Vanclay & Bronstein 1985)
·  (McCafrey et al. 1990)

Perhatikan “et al.” ditulis selalu dengan huruf italic (miring) dan setelah “al” diikuti dengan titik, karena ini kependekan dari “alii” (artinya: “and others”, “dan lain-lain”). “et” artinya “dan” atau dalam bahasa Inggeris “and” sehingga tidak diikuti dengan titik (bukan kependekan) Kalau para penulis adalah editor, bukan yang menulis sendiri, maka di tambah di belakang nama atau nama-namanya dengan singkatan ed. (artinya “editor”), contoh 1), atau dalam tanda kurung (contoh 2) sebelum menulis angka “tahun” penulisan. Dalam bahasa Inggeris dipakai Eds. jika editornya lebih dari satu orang. (Editors)Kata ed atau eds ditulis dengan huruf miring
Contoh:
·  White, A.T., P.Martosubroto, and M.S.M. Sadorra. eds. 1989. atau
·  White, A.T., P. Martosubroto, and M.S.M. Sadorra (eds). 1989.
·      Majalah Terbitan Berkala
Majalah terbitan berkala memiliki identifikasi : Nama Majalah,, Volume (Isi) dan Nomor Urut untuk setiap Volume, dan keteraturan terbitan, seperti bulanan (monthly) dengan 12 nomor/volume, kuartalan (quarterly) dengan 4 nomor/volume dan dua-bulanan (bi-monthly) dengan 6 nomor/volume. Untuk sumber dari majalah, Volume, Nomor dan nomor halaman-halaman di mana tulisan itu dikutip, ditulis sebagai berikut:
·  Vol. XIX, Nomor 6, pp.245-249. Bagi majalah di mana nomor halaman berjalan dari awal volume (misalnya awal volume XIX No.1), maka nomor volume tidak ditulis lagi.
Misalnya Vol.XIX: 245-249
Nomor Volume dapat juga berupa nomor arab. Misalnya Vol.19: 245-249
Jika nomor halaman selalui dimulai pada setiap nomor dari tiap volume, maka nomor majalah perlu ditulis.
Misalnya: 10 (3): 24-28, artinya Volume 10, Nomor 3, halaman 24-28
Dalam bibliografi internasional juga dibakukan penulisan akronim dari journal tersebut dan akronim baku ini dipakai dalam daftar acuan. Lihat contoh-contoh di bawah ini: 33 Contoh ini diambil dari Journal “Marine Geodesy” yang mensyaratkan Chicago Style dipakai untuk penulisan ilmiah dalam Chicago Style.
1. Currie, R.G. 1974. Solar cycle signal in surface air temperature. J.Geophys.Res. 79:567- 5600
2.  Chen, G., and R.Ezraty. 1999. Variations of southern ocean sea level and its possible relation with Antarctic sea ise. Int. J. Rem. Sens. 20(1): 31-47
3.  Brwon, W., W.Munk, F.Snodgrass, H.Mofjeld, and B.Zetler. 1975. Mode bottom experiment. J. Phys. Oceano. 5:75-85
4. Brigham, E.O. 1973. The fast Fourier transform. New York:Prentice-Hall
5. Bendat, J.S., and A.G.Piersol. 1986. Random Data: Analysis and measurement procedures (2nded. rev. and expanded). New York: John Wiley & Sons

Sumber :
-        erwini.files.wordpress.com/04-fnu-daftar-pustaka-1.doc
-        http://edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20476/Tata+Cara+Penulisan+Pustaka.pdf


Minggu, 20 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (2) : Tugas Kelompok


Nama anggota Kelompok  
1.    Dwi Indah Nurvitriani          (  22211241)
2.  Rina Mega Ardita                 (  28211730 )
      3.   Sri Novita Elsa                       (  26211873 )
Pertanyaan :
1.    Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama ?
2.    Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan ?
3.    Apa yang disebut dengan metakomunikasi ?

Jawaban :
1. Fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar dan fungsi utama, karena dalam berkomunikasi tentunya kita memerlukan bahasa untuk dapat menerangkan suatu informasi atau maksud juga tujuan yang ingin kita capai baik komunikasi dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulis. Dalam dasar berkomunikasi tentu kita harus mengetahui dasar bahasa yang akan kita gunakan dan dengan siapa kita berkomunikasi, misalnya dengan orang tua tentu kita harus menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami, atau dengan atasan kita harus menggunakan bahasa yang formal, berbeda ketika kita komunikasi dengan teman sebaya mungkin kita bisa menggunakan bahasa yang informal atau bahasa yang biasa sehari-hari digunakan dilingkungan tersebut. Sedangkan bahasa disebut pula sebagai fungsi utama dalam berkomunikasi, karena kita harus dapat menyampaikan informasi melalui kata-kata yang bermakna agar lawan komunikasi kita mengerti akan informasi yang kita sampaikan, dan akan adanya jalinan atau hubungan komunikasi yang baik satu sama lain. Dengan bahasa pula kita dapat menyampaikan atau mengutarakan pikiran, perasaaan kita melalui suatu gagasan atau argument. Bahasa itu sebenarnya indah bila kita dapat menyampaikannya dengan indah pula. Orang lain akan tertarik ataupun senang dengan kita bila bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi itu mudah dipahami sesuai dengan makna yang sebenarnya dan tentunya tidak berlebih-lebihan.
2. Fungsi bahasa yang kita tahu tentunya untuk menyatakan atau memberikan informasi kepada lawan komunikasi kita. Namun disini yang berbeda adalah fungsi alami bahasa dan fungsi buatan. Fungsi alami bahasa itu dapat kita lihat dari bahasa sehari-hari yang diucapkan atau fungsi alami bahasa bisa diartikan sebagai bahasa ibu kita (bahasa daerah kita). Misalnya orang tua saya asli bogor tentu bahasa yang digunakan sehari-hari selain bahasa Indonesia bahasa sunda yang memang asli bogor dan bahasa asli itu tanpa disuruh atau diminta untuk berbahasa tersebut akan terucap dalam komunikasi sehari-hari dilingkungan kita. Atau bisa juga bahasa tubuh, misalnya bila tidak kita tidak menyetujui suatu gagasan atau pernyataan dengan otomatis kita akan menggelengkan kepala, atau sebaliknya kita menganggukan kepala bila kita menyetujui gagasan atau argument tersebut. Sedangkan untuk bahasa buatan itu bahasa yang dibuat, dapat untuk menambahkan makna dalam informasi yang kita sampaikan. Bahasa buatan itu misalnya seperti bahasa istilah, ada istilah yang mengatakan penemuan baru itu bisa dikatakan inovasi, sehingga dengan bahasa buatan tersebut orang lain bisa lebih mengerti akan maksud dan tujuan informasi yang kita sampaikan. Bisa juga bahasa buatan itu bahasa simbol misalnya digunakan dalam pelajaran matematika.
3. Metekomunikasi, diawali dengan kata “Meta” yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti luar atau samping, lalu digabungkan dengan kata “komunikasi” maka akan memiliki arti ada sesuatu selain atau disamping komunikasi. Jadi, metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Konsep metakomunikasi dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia, kita dapat menyebutnya sebagai objek komunikasi. Aktivitas yang dapat dikatakan sebagai metakomunikasi, misalnya bukan hanya membicarakan objek komunikasi tersebut tetapi bisa juga berkomunikasi tentang pembicaraan yang akan dibicarakan dengan menggunakan bahasa lain (meta-bahasa) yaitu menggunakan bahasa pemograman.perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan. misalnya, ketika kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Degan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor. Dengan demikian, kedudukan smiley sebagai meta pesan.

REFERENSI :


Kamis, 03 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (1) : Tugas Personal

Sinonim
1. Keberangkatan
A. Keberangkatan                          C. Kedatangan                                    E. Embarkasi
B. Ketinggian                                 D. Kepulangan
Jawaban : E. Embarkasi
Alasan : embarkasi artinya pemberangkatan dengan pesawat terbang atau kapal laut, jadi sama dengan keberangkatan bisa pesawat atau kapal
2.Dinamis
A. Tetap                                         C. Bergerak Terus                   E. Turun
B. Konstan                                     D. Diam
Jawaban : C. Bergerak terus
Alasan : dinamis itu penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak sama saja dengan bergerak terus
3. Frontal
A. Garis                                          C. Serangan                             E. Penjagaan
B. Depan                                        D. Tegak Lurus
Jawaban : B. Depan
Alasan : Frontal yaitu secara terbuka (berhadap-hadapan). Depan = yang lebih dekat
4. Siklus
A. Baur                                           C. Daur                                   E. Kelas
B. Tingkatan                                   D. Proses
Jawaban : C
Alasan : Siklus adalah putaran waktu yang didalamnya terdapat rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teraut ; daur
5. Arogan
A. Rendah hati                               C. Sombong                            E. Mudah Marah
B. Murah senyum                           D. Kasar
Jawaban : C. Sombong
Alasan : Arogan dapat diartikan mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah; sombong; congkak; angkuh,
Antonim
1. Versus
A. Lawan                                       C. Pengaruh                            E. Ancam
B. Mitra                                          D. Cegah
Jawaban : B. Mitra
Alasannya :  versus artinya melawan (dipakai dalam pertandingan olahraga, dalam perselisihan hukum dipengadilan, dalam perdebatan, dan sebagainya), sedangkan mitra artinya teman; sahabat; kawan kerja; rekan. Jadi keduanya mempunyai arti yang berlawanan
2. Mandiri
A. Senang                                       C. Tenggang rasa                    E. Antipati
B. Bergantung                                D. Memihak
Jawaban : B. Bergantung
Alasan : Mandiri artinya keadaan dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Antara mandiri dan bergantung memiliki arti yang berlawanan.
3. Heterogen
A. Beragam                                    C. Senyawa                             E. Homogen
B. Bervariasi                                   D. Oksigen
Jawaban : E. Homogen
Alasan : Heterogen artinya terdiri dari berbagai unsur yang berbeda, sedangkan homogen artinya memiliki unsur yang sama. Jadi kedua artinya berlawanan.
4. Universal
A. Parsial                                        C. Semua                                 E. Semesta
B. Umum                                        D. Integral
Jawaban : A. Parsial
Alasan : Universal artinya umum, sedangkan parsial artinya sebagian-sebagian. Jadi keduanya berlawanan arti
5. Prolog
A. Pembukaan                                C. Epilog                                 E. Epilepsi
B. Akhiran                                      D. Monoton
Jawaban : C. Epilog
Alasan : Prolog artinya pembukaan, sedangkan epilog artinya penutup. Jadi keduanya berlawanan makna.
Analogi
1. Buku  : Novel  : Detektif
A. Musik : Jazz : Genre                                          D. Musik : Pop : Dangdut
B. Film : Aksi : Agen rahasia                                 E. Film : Indonesia : Horor
C. Buku : Fiksi : Ilmiah
Jawaban : B. Film : Aksi : Agen rahasia
Alasan : sama-sama mempunyai isi, yaitu buku yang berjenis novel berisi  tentang detektif, sedangkan film yang berisi aksi berisi tentang agen rahasia.
2. Kita : Saya
A. Kami : Kamu                                                     D. Beliau : Kami
B. Kalian : Beliau                                                   E. Mereka : Dia
C. Dia : Kalian
Jawaban : E. Mereka : Dia
Alasan : Karena sama-sama memiliki kesamaan. Kita dan saya sama-sama orang yang berkata sedangkan mereka dan dia sama-sama tidak meilputi orang yang berkata
3. Mata : Wajah          
A. Ranjang : Kamar                                               D. Radio : Tape
B. Kayu : Hutan                                                     E. Pensil : Buku
C. Lampu : Jalan
Jawaban : A. Ranjang : Kamar
Alasan : karena sama-sama memiliki tempat, mata berada di wajah sedangkan ranjang berada di kamar
4. Pelukis : Kuas
A. Burung : Sangkar                                              D. Lapar : Makan
B. Penyair : Pena                                                    E. Lampu : Gelap
C. Bensin : Mobil
Jawaban : B. Penyair : Pena
Alasan : karena memiliki arti kegunaan. Kuas adalah alat yang digunakan pelukis untuk melukis, sedangkan pena alat yang digunakan penyair untuk menghasilkan karyanya.
5. Montir : Obeng
A. Polisi : Peluru                                                    D. Sosiolog : Mobil
B. Pengarang : Majalah                                          E. Mobil : Bensin
C. Tukang : Gergaji
Jawaban : C. Tukang : Gergaji
Alasan : karena memiliki kegunaan. Obeng yang digunakan oleh montir dalam pekerjaannya, sedangkan gergaji alat yang digunakan oleh tukang dalam pekerjaannya.
Logika
1. Sebuah perusahaan bus antar kota mengurangi jumlah perjalanan (rit) untuk jalur tertentu sebesar 20 persen menjadi 8 kali sehari. Berapakah jumlah rit setiap hari sebelum ada pengurangan ?
A. 2                                                            C. 12                                       E. 20
B. 10                                               D. 14
Jawaban : B. 10
Alasan : Berkurang 20% berarti perjalanan menjadi 80% sama dengan 8. Jadi rit yang sebelum ada pengurangan 100% itu setara dengan 10.
2. Seorang petani membeli beberapa ekor sapi seharga Rp. 6 juta dan menjualnya semua seharga Rp 7,5 juta dengan memperoleh keuntungan Rp. 300.000 untuk setiap ekor sapi. Berapa ekor sapikah yang dibeli dan dijualnya itu ?
A. 20                                              C. 10                                       E. 1
B. 15                                               D. 5                                        
Jawaban : D. 5
Alasan : keuntungan total = 7,5 juta – 6 juta = 1,5 juuta. Karena keuntungan per ekor Rp. 300.00 maka banyak sapi yang harus di jual  1,5 juta / 300.000 = 5 ekor sapi

3. Seorang mengendarai sepeda motor dari kota P ke kota Q dengan keceparan 72km/jam. Kemudian ia kembali menuju kota P dengan kecepatan 88km/jam. Berapa keceparan rata-rata pengendara sepeda motor tersebut ?
A. 75km/jam                                   C. 80km/jam                            E. 84km/jam
B. 78km/jam                                   D. 82km/jam
Jawaban : C. 80km/jam
Alasan : Rata-rata dari dua kecepatan (72+88) / 2 = 160/2 = 80 km/jam
4. Dua tahun yang lalu umur Broery dibanding umur wawan adalah 4:3. Dua tahun yang akan datang perbandingan umur keduanya adalah 5:4. Selisih umur keduanya sekarang adalah
A. 2 tahun                                      C. 4 tahun                               E. 6 tahun
B. 3 tahun                                       D. 5 tahun
Jawaban : C. 4 tahun
Alasan : misalkan umur Broery sekarang = B dan umur wawan sekarang = w maka dua tahun yang lalu umur broery = B-2 dan umur wawan = W-2. Sehingga (B-2):(W-2)=4:3 atau (B-2)/(W-2) = 4/3
Lalu dikalikan silang menjadi 3(B-2)=4(W-2)
Lalu dikalikan kembali       3B-6=4W-8
                     3B-4W= -8+6
                  3B-4W=-2 (i)
Dua tahun yang akan datang :
Umur broery = B+2
Umur wawan = W+2
Sehingga, (B+2):(W+2) = 5:4 atau (B+2)/(W+2) = 5/4
Lalu dikalikan silang menjadi 4(B+2)=5(W+2)
Lalu dikalikan kembali       4B+8=5W+10
4B-5W=10-8
4B-5W=2(ii)
Lalu diperoleh :
(ii) 4B-5W=2 - (i) 3B-4W=-2
             B-W=4
Jadi selisih umur broery dan wawan adalah 4 tahun,
5. Sebuah blok kayu berukuran 90cm x 30cm x 120cm dipotong kubus dengan ukuran terbesar yang didapat dibuat banyak sebesar
A.  10                                             C. 13                                       E. 21
B. 12                                               D. 20
Jawaban : B. 12
Alasan : dari balok ukuran 90cm x 30cm x 120cm yang dipotong menjadi kubur dapat dibuat dengan ukuran 30cm x 30cm x 30cm sehingga kubus yang didapat adalah 3x1x4=12

Referensi :
Chandra, Aristo dan Team. 2013. Rekor Nilai 709,5 TPA Versi Oto Bappenas. Yogyakarta. Penerbit Indesiregar Media Group